Related Posts with Thumbnails

Cara Install CWM atau Recovery Mode untuk flashing Andromax c

Diposkan oleh DEMAGRIB

Kamis, 06 Maret 2014

Untuk Melakukan Flashing atau mengganti ROM Android pada Andromax c diperlukan Recovery mode sebagai media flash Android melalui smartphone tersebut. CWM (Clock Work Mod) merupakan basic APP yang bekerja pada system android dan digunakan untuk melakukan flash atau instal ulang OS Android. beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya:

  1.  download Framaroot (cari di google)
  2. Andromax c sudah diroot dengan Supersu dari framaroot 3. download recovery.img simpan pada external sdcard tanpa folder
  3. sudah terpasang terminal emulator.
kemudian berikut langkah-langkan memasang recovery mode CWM:
  1. buka terminal emator 
  2. ketik su pada terminal emulator untuk mendapatkan hak akses super user 
  3. ketik dd if=/sdcard/recovery.img of=/dev/block/mmcblk0p13 bs=1024 pada terminal emulator 
  4. ketik recovery reboot pada terminal emulator
  5. tunggu proses reboot selesai (jika berhasil maka Android masuk pada recovery mode CWM
semoga artikel ini bisa bermanfaat.
 salam IT..
Continue Reading

0 komentar:

Solusi Andromax c Jelly Bean yang boot loop atau break

Diposkan oleh DEMAGRIB

Resiko yang terjadi ketika mencoba mengganti sebuah os android Andromax c JB dengan custrom adalah boot loop ataupun break. berikut beberapa Resiko yang terjadi:

  1. Andromax c hanya menampilkan booting logo Andromax 
  2. Andromax c tidak dapat masuk ke recovery mode hanya terdapat tampilan wellcome to fast boot 
  3. Layar berwana putih ketika mencoba masuk ke tes mode
dari ketiga permasalahan tersebut merupakan masalah yang sering terjadi pada smartphone andromax c ketika gagal mengganti rom. ketiga masalah tersebut sebenarnya dapat diselesaikan dengan waktu cepat tanpa harus melakukan flash gadget anda melalui komputer karena akan banyak menyita waktu anda dengan mendownload tool-tool adb driver,fasboot dsb. berikut langkah penyelesaiannya.
  1.  Siapkan ketenangan pada diri anda 
  2. Siapkan Andromax c JB anda yang bermasalah dalam keadaan mati.
  3. Download TF Original stock rom android Jelly Bean (EG902.v1.gen2_2.rar) silahkan cari sambil googling.
  4. Extract file EG902.v1.gen2_2.rar 
  5. Copy folder(bukan file) hasil extract EG902.v1.gen2_2.rar yang berisi file kedalam external sdcard Anda melalui cardreader tanpa harus membuat folder lagi.
  6.  Masukan kembali external sdcard anda kedalam Smartphone Andromax c 
  7. Lakukan hard reset dengan menekan 3 tombol bersamaan(power, volume up, volume down) 
  8. tunggu hingga respon layar menampilkan peringatan berwarna merah 
  9. tekan tombol power satu kali 
  10. tunggu hingga proses flashing original recovery rom andromax c selesai 
  11. jangan lupa hubungkan charger dengan andromax c selama flash berlangsung 
  12. jika sudah selesai maka andomax c akan melakukan reboot system dan andromax c anda bisa digunaakan kembali seperti anda pertama membeli smartphone tersebut.
Untuk andromax c ICSb(ice Cream sandwich lakukan langkah yang sama) tapi TF original stock romnya EG902.v1.gen1.rar bukan EG902.v1.gen2_2.rar. semoga bermanfaat.
Salam IT...
Continue Reading

7 komentar:

Panduan Membuat Software Portable

Diposkan oleh DEMAGRIB

Senin, 08 Februari 2010

Setelah semalaman mengotak atik software thinstall akhirnya tau juga cara menggunakannya. Puas rasanya…. karena sudah berhasil membuat program aplikasi portable untuk yang pertama kali (bagi saya). Berikut caranya:

1. Install program Thinstall

2. Jalankan Thinstall klik Start akan muncul tampilan DOS, tunggu sampai tampilan DOS hilang/selesai

3. Klik Pre-Install Scan akan muncul tampilan DOS yang kedua, tunggu sampai tampilan DOS hilang/selesai

4. Kalau sudah selesai jangan buru-buru tekan Next, tapi install dulu program yang akan kamu jadikan portable. Install program / software yang akan kamu buat portable, install aja seperti biasa.
Install Aplikasi yang di inginkan (misal Rainlendar)

5. Setelah selesai klik Post-Install Scan akan muncul tampilan DOS yang ketiga, tunggu sampai tampilan DOS hilang/selesai

6. klik SAVE RESULT akan muncul tampilan DOS yang keempat, tunggu sampai tampilan DOS hilang/selesai >> Klik QUIT

7. Buka C:\Program Files\Thinstall.VS\Captures\Rainlendar2 (remove only) >> double klik file Package.ini

Ganti CompressionType=None dengan CompressionType=Fast

Ganti DirectoryIsolationMode=WriteCopy dengan DirectoryIsolationMode=Merged >> klik SAVE

8. Copy file ##attributes yang ada di folder %Desktop% ke folder yang terdapat file build.bat.

9. Doubel klik file build.bat akan muncul tampilan DOS yang kelima, tunggu sampai tampilan dos hilang/selesai

10. Jika proses selesai akan muncul sebuah folder ‘bin’, di folder ‘bin’ inilah Aplikasi Portable yang nantinya bisa kita jalankan di komputer lain tanpa harus meng-installnya.

Jika kita ingin membuat Aplikasi Portable lagi, maka kita bisa mengulangi lagi cara di atas.

http://www.rimbobujang.co.cc
Continue Reading

0 komentar:

Intalasi Sistem Operasi Berbasis GUI Bag.1

Diposkan oleh DEMAGRIB

Sabtu, 16 Januari 2010

Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI
Seperti pada sistem operasi yang dapat digunakan pada PC, sistem
operasi jaringan juga bermacam-macam. Banyak perusahaan yang
mengembangkan sistem operasi jaringan dari yang komersial sampai
dengan sistem operasi yang bersifat free alias gratis. Sistem operasi
memegang peranan yang sangat vital terhadap program yang akan
berjalan. Pemilihan sistem operasi harus disesuaikan dengan

kebutuhan baik hardware, program yang akan dipakai maupun user
yang akan memakai sistem.
Microsoft Windows NT, Windows 2000 Server dan Windows 2003
Server merupakan sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh
perusahaan Microsoft dengan lisensi komersial. Untuk menggunakan
sistem operasi jaringan dari Microsoft kita harus membayar lisensi atau
membeli sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan antara pengguna
dengan perusahaan.
Selain Microsoft perusahaan yang mengembangkan sistem operasi
jaringan adalah Unix, San Solaris dan perusahaan lainnya. Salah satu
sistem operasi jaringan yang dikembangkan secara dengan free adalah
Linux. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds,
mengusung proyek open source dengan lisensi GNU/GPL (General
Public Licence) yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap
memegang haknya tetapi orang lain dimungkinkan untuk
menyebarkan, memodifikasi, atau bahkan menjual kembali program
tersebut tetapi dengan syarat source code asli dan hak cipta harus
diikutsertakan dalam distribusinya. Dengan konsep ini semua orang
dapat ikut mengembangkan sistem operasi dan software berbasis
linux.
Dengan lisensi GNU/GPL Linux menjadi salah satu sistem operasi yang
mengalami perkembangan yang sangat cepat, karena Linux
dikembangkan oleh komunitas pengguna sistem operasi open source.
Kelemahan sistem operasi atau yang sering disebut dengan “Bug” akan
segera diperbaiki oleh komunitas pengguna linux dan dapat langsung
didistribusikan dengan free. Dengan demikian sistem operasi Linux
menjadi sistem operasi yang up to date setiap saat.

Mungkin anda masih bingung dengan Lisensi GNU/GPL, kalau demikian
perusahaan atau orang yang mengembangkan Linux dari mana
mendapat keuntungan?. Yang dimaksud dengan GNU/GPL disini adalah
bahwa sistem operasi yang dikembangkan memang bersifat free tetapi
pengembang dapat juga menjualnya dengan harga yang tidak terlalu
mahal dan perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari jasa
pelayanan instalasi, pelatihan, implementasi sistem dan lain
sebagainya.
3) Spesifikasi Hardware
Perkembangan hardware komputer yang cepat diiringi juga dengan
perkembangan software dan sistem operasi yang menuntut spesifikasi
hardware yang tinggi. Oleh karena itu sebelum memutuskan untuk
melakukan instalasi sistem operasi sebaiknya dicek dahulu kebutuhan
minimum harware yang diperlukan. Beberapa sistem operasi
mensyaratkan spesifikasi minimal hardware agar komputer dapat
bekerja secara optimal. Jika spesifikasi hardware kurang memenuhi
syarat maka akan berdampak pada tidak optimalnya kerja sistem
operasi.
Untuk mengetahui spesifikasi hardware komputer dapat dilihat pada
manual book. Jika manual book tidak ada, dapat dilihat spesifikasi
hardware pada saat komputer pertama kali dinyalakan, maka sistem
BIOS akan melakukan cek hardware dan akan menampilkannya di
layar monitor.
Beberapa spesifikasi hardware yang perlu diketahui adalah sebagai
berikut :
· CPU : CPU atau prosesor merupakan inti dari sebuah mesin
komputer. Ada banyak pengembang prosesor dengan spesifikasi

dan teknologi yang berbeda. Tiap jenis prosesor memerlukan
hardware yang berbeda sehingga diperlukan pengetahuan
mendalam dalam pemilihan prosesor.
Intel mengembangkan prosesor jenis Pentium I, II, III, IV,
Pentium Celeron, Intel Xeon, Intel Mobile dan lain sebagainya
dengan clock speed mulai 100 MHz sampai 3,2 GHz.
AMD merupakan pesaing terdekat Intel mengembangkan AMD
Duron, Athlon, Barton, Opteron dengan clock speed yang hampir
sama.
Xyrix, Via, Sys, Motorolla, Apple dan perusahaan lainnya juga
mengembangkan prosesor.
Gambar 1. Prosesor/CPU
· Motherboard
Motherboard merupakan tempat utama meletakkan periperal
komputer seperti prosesor, RAM, keyboard, mouse, kartu grafis,
kartu suara dan kartu jaringan. Motherboard sebuah komputer
mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak tergantung teknologi
prosesor yang dipakai yang ditunjukkan dengan chipset yang
digunakan seperti i810, i815, i845, i850, i865, i915, i925 untuk
chipset Intel, KT400, KT600, Nforce, Nforce II, Nforce III, Sys 650,
Sys 645 dan lain sebagainya.

· RAM (Random Acces Memory)
RAM merupakan memori penyimpan sementara untuk menjalankan
sistem operasi dan program aplikasi. RAM mempunyai beberapa
teknologi antara lain EDO RAM, SDRAM 66, SDRAM 100, SDRAM
133, DDRAM dan RAMBUS dengan kapasitas mulai dari 4 MB, 16
MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB, 512 MB dan lain sebagainya.
· Hard disk
Hard disk memegang peranan yang sangat penting berhubungan
dengan instalasi sistem operasi. Hard disk merupakan komponen
untuk menyimpan data-data secara permanen file-file sistem. Untuk
dapat melakukan instalasi sistem operasi diperlukan syarat
kapasitas hard disk yang cukup dan juga terkadang diperlukan
partisi hard disk.
Beberapa ukuran hard disk yang ada adalah sbb : 1 GB, 2,1 GB, 4,2
GB, 6,4 GB, 10, GB, 20 GB, 40 GB, 60 GB, 80 GB, 120 GB, 200 GB
dan lain sebagainya.
Hard disk mempunyai beberapa tipe yaitu IDE, ATA, SATA dan
SCSI. Biasanya untuk keperluan server digunakan hard disk jenis
SCSI, walaupun bisa juga menggunakan jenis lainnya.

· Kartu Grafis (kartu VGA) : kartu Grafis berfungsi untuk
menghubungkan antara sistem komputer dengan tampilan di layar
monitor. Kartu VGA mempunyai jenis dan tipe yang sangat banyak.
Teknologi kartu VGA yang digunakan adalah ISA, EISA, VESA, PCI,
AGP dan PCI Express, sedangkan macamnya antara lain Voodoo,
Nvidia Gforce (MX, Ti, FX), Ati Radeon (7200, 9200, 9600, 9800)
dan lain sebagainya.
Gambar 3. Kartu Grafis/VGA
· Keyboard : standar PS/2 , Serial , USB
· Mouse : Serial, PS/2 atau USB
· Monitor : monitor komputer mempunyai ukuran yang beragam
mulai dari 14 “, 15 “ 17 “ 20 “. Teknologi yang digunakan juga
bermacam-macam mulai dari tabung, tabung flat sampai ke LCD.
· Kartu Suara (Sound Card )
Sound card merupakan periperal tambahan dalam sebuah
komputer yang berfungsi untuk mengolah dan menghasilkan sinyal
audio. Teknologi yang digunakan adalah ISA dan PCI, 16 bit dan 24
bit dengan 2, 4, 5, 6 dan 7 channel.

Kartu jaringan merupakan periperal utama dalam jaringan
komputer. Masing-masing komputer dalam jaringan dihubungkan
dengan kartu ini melalui switch/hub.
Gambar 4. Kartu Jaringan
c. Rangkuman 1
1) Sistem operasi adalah suatu pengelola seluruh sumber-daya yang
terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan
layanan ke pemakai sehingga memudahkan penggunaan dan
pemanfaatan sumber daya sistem komputer. Dalam jaringan
komputer, sistem operasi diperlukan untuk mengorganisasi seluruh
sumber daya yang terdapat dalam jaringan.
2) Macam-macam sistem operasi jaringan
a) Microsoft Windows (Win NT, Win 2000 Server, Win Server
2003)
b) Linux (Redhat, Mandrake, Debian, SUSE, Caldera dll)
c) UNIX
d) Free BSD
e) San Solaris

3) Sistem operasi jaringan yang akan diinstal ke komputer server
harus disesuaikan dengan spesifikasi hardware yang meliputi :
a) Mainboard
b) Jenis dan Kecepatan Prosesor
c) Kapasitas RAM
d) Kapasitas hard disk
e) Kartu grafis (VGA)
f) Resolusi Monitor
d. Tugas 1
1) Periksa dan sebutkan spesifikasi hardware komputer yang anda
gunakan !
2) Jelaskan apakah spesifikasi hardware komputer yang akan diinstal
sistem operasi Redhat Linux 9 sudah memenuhi syarat !
3) Jelaskan perbedaan antara sistem operasi komputer stand alone
dan sistem operasi jaringan !
e. Tes Formatif 1
1) Sebutkan macam sistem operasi yang dapat digunakan dalam
jaringan komputer baik sebagai server maupun sebagai work
station !
2) Bagaimana pendapat anda dengan pengembangan sistem operasi
yang dikembangkan dengan konsep Open Source ?
3) Jelaskan kelebihan sistem operasi Microsoft Windows dan Linux
yang telah anda sebutkan pada soal no. 1 !

Continue Reading

1 komentar:

Pengetahuan tentang virus komputer

Diposkan oleh DEMAGRIB

Jumat, 15 Januari 2010

Ini sekedar untuk pengetahuan saja bukan untuk digunakan apabila terjadi penyalahgunaan artikel ini, diluar tanggung jawab penulis

Cara Membuat Virus Dalam Sekejab !

Masih ingat dengan virus Aksika? Virus “open source” yang satu itu memang memiliki banyak sekali varian. Tidak heran karena source code-nya memang disedia kan bebas di Internet, jadi siapapun dapat dengan mudah mengubah dan meng-compile source code-nya dan jadilah varian baru.

Berawal dari kemudahan itulah, banyak virus maker ataupun programer pemula mencoba–coba untuk membuat virus tanpa perlu repot. Palingyang dibutuhkan hanyalah pengetahuan seputar operating system dan programming.

Namun kemudahan itu belum seberapa, bila dibandingkan dengan menggunakan program Virus Generator. Dari namanya saja, kita sudah dapat mengira kegunaan dari program tersebut. Ya, Virus Generator merupakan program untuk dapat membuat virus secara mudah dan instan.

Bermula dari sampel sebuah virus yang lumayan banyak dikirimkan oleh pembaca kepada kami. PC Media Antivirus mengenalnya dengan nama Gen.FFE-Fajar, namun antivirus lain ada juga yang menyebutnya dengan nama Brontok.D. Dengan penyelidikan sederhana akhirnya diketahui bahwa virus tersebut dibuat menggunakan Virus Generator.

Fast Firus Engine (FFE)
Pembuat Generator tersebut menamakan program buatannya itu dengan nama Fast Firus Engine. Seperti yang terlihat pada program ataupun situs pembuatnya, ia memberitahukan bahwa program ini hanya untuk tujuan pembelajaran dan tidak untuk tindakan merusak. Namun tetap saja, bila program ini sudah jatuh ke tangan yang salah, pasti akan digunakan untuk pengrusakan.

Virus Generator ini dibuat menggunakan bahasa Visual Basic dan di-compress menggunakan packer tELock. Dalam paketnya terdapat dua buah file, yakni Fast Firus Engine.exe dan data.ex_. Fast Firus Engine. exe merupakanprogram utama dalam pembuatan virusnya dan sementara file data.ex_ sebenarnya merupakan badan virus asli yang belum dimodifi kasi.

Saat file Fast Firus Engine.exe dijalankan, maka pengguna akan dihadapkan pada sebuah interface. Anda hanya disuruh mengisikan nama virus, nama pembuat, dan pesan-pesannya. Lalu dengan menekan tombol Generate, maka jadilah virus Anda.

Cara kerja dari Generator tersebut sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya menambahkan data yang Anda masukkan tadi ke bagian akhir file virus asli (data.ex_). Nantinya informasi tersebut digunakan oleh virus dalam proses infeksi.

Bagaimana Virus Menginfeksi?
Virus hasil ciptaan FFE memang terlihat sederhana. Sama seperti Generatornya, ia juga dibuat menggunakan bahasa Visual Basic yang di-compile dengan metode Native- Code. Lalu di compress menggunakan tELock agar ukurannya semakin kecil. Virus ini memiliki ukuran tubuh asli sebesar 55.296 bytes.

Saat virus kali pertama dieksekusi, ia akan membuat beberapa file induk di beberapa lokasi. Seperti di direktori \%WINDOWS%\, akan terdapat file dengan nama.exe, Win32 exe, activex.exe, dan %virusname% (nama virus sesuai yang diisikan oleh sang pembuatnya pada Generator). Di \%WINDOWS%\ %system32%\ akan terdapat file copy.pif, _default.pif, dan surif.bin. Selain itu, ia juga mengubah atau membuat file Oeminfo.iniyang merupakan bagian dari System Properties. Jadi apabila komputer Anda terinfeksi oleh virus hasil generate dari FFE, maka pada System Properties akan terdapat tulisan “Generated by Fast Firus Engine”.

Di direktori \%WINDOWS%\%System%\ akan terdapat beberapa file induk lagi yang menggunakan nama yang sama seperti file system milik Windows, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass.exe, smss.exe, svchost. exe, dan winlogon.exe.

Dan tak lupa, pada root drive pun akan terdapat file dengan nama “baca euy.txt” yang berisikan pesan–pesan dari si pembuat virus. Jadi pada saat membuat virus dengan menggunakan Generator tersebut, maka pembuatnya akan disuguhkan beberapa kotak input, seperti Author of the virus, Name of the virus, dan Messages. Nah, isi dari kotak messages iniyang nantinya ditampilkan pada file “baca euy.txt” tersebut.

Setelah virus berhasil meng-copy-kan file induknya ke dalam sistem tersebut, ia akan menjalankan file induk tadi, sehingga pada memory akan terdapat beberapa process virus, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass. exe, smss.exe, svchost.exe, dan winlogon.exe. Nama processyang mirip dengan process/services milik Windows tersebut mungkin sengaja untuk mengecoh user. Untuk membedakannya, Anda dapat melihat path atau lokasi process tersebut dijalankan. Process virus ini biasanya berjalan di direktori System sementara process/services milikWindows yang running biasanya berasal dari direktori System32.

Mengubah Registry
Virus ini menambahkan beberapa item startup pada registry agar pada saat memulai Windows ia dapat running secara otomatis atau untuk mengubah setting-an Windows agar sesuai keinginannya. Informasi mengenai registry yang diubahnya tidak akan dapat dengan mudah kita lihat karena dalam kondisi terenkripsi.

Yang ia ubah adalah seperti nilai dari item Userinit, yakni dengan menambahkan parameter ke file induk. Pada key HKEY_CURRENT_ USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows\Load juga akan diubah itemnya agar mengarah ke file induknya dengan nama Activex.exe. Pada HKEY_CURRENT_USER \Software\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru dengan nama present. Key HKEY_ LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan terdapat item baru juga dengan nama Default dan %username%, username di sini merupakan nama user yang sedang aktif saat itu.

Virus hasil generate dari FFE juga mengubah shell extension untuk file .exe, yakni dengan mengubah type information dari Application menjadi File Folder. Setting-an folder Options juga diubah agar tidak menampilkan extension dan setiap fi le dengan attribut hidden. Dan agar dapat aktif pada safe-mode, ia pun mengubah nilai dari item SafeBoot.

Dengan menggunakan bantuan registry Image File Execution Options, virus ini juga menambahkan item baru pada section tersebut dengan nama cmd.exe, msconfi g.exe, regedit.exe, dan taskmgr.exe. Maksudnya adalah agar setiap useryang mengakses program dengan nama file seperti itu, maka akan di-bypass oleh Windows dan dialihkan ke file induk si virus.

Bagaimana Virus Menyebar?
Virus ini dapat menyebar melalui media penyimpan data seperti flash disk. Saat Anda mencolokkan flash disk pada komputer yang terinfeksi, maka pada flash disk tersebut akan terdapat beberapa file baru, seperti explorer.exe, %virusname%.exe, dan msvbvm60.dll. Juga beberapa file pendukung seperti desktop.ini, autorun.inf agar ia dapat running otomatis pada saat mengaksesflash disk tersebut.

File virus lainnya pun disimpan pada direktori baru di flash disk tersebut dengan nama Recycled yang berisikan file Firus.pif dan Folder.htt. Kesemua file virus tersebut dalam kondisi hidden sehingga tidak terlihat.

Virus Beraksi
Untuk dapat bertahan hidup, virus ini pun akan mencoba untuk memblok setiap program yang tidak ia inginkan seperti tools atau program antivirus termasuk PCMAV. Sama seperti halnya data registry yang diubah, data mengenai program apa saja yang diblok olehnya juga terdapat dalam tubuhnya dalam kondisi terenkripsi.

Jadi, saat virus sudah stay di memory, ia akan memonitor setiap program yang diakses oleh user, yakni dengan membaca nama file dan juga caption Window. Beberapa nama file antivirus yang dicoba untuk dibloknya adalah nav.exe, avgcc.exe, njeeves.exe, ccapps.exe, ccapp.exe, kav.exe, nvcoas.exe, avp32.exe, dan masih banyak lagiyang lainnya. Termasuk beberapa program setup atau installer juga tidak dapat dijalankan pada komputer terinfeksi.

Pencegahan dan Penanggulangan
PC Media Antivirus RC19 ini dapat membersihkan komputer terinfeksi secara tuntas dan akurat 100% setiap virus yang dibuat dengan menggunakan Fast Firus Generator. Untuk menghindari aksi blok oleh virus terhadap PCMAV, silakan Anda rename terlebih dahulu file PCMAV misalnya PCMAV-CLN.EXE menjadi MERDEKA.EXE.
Continue Reading

0 komentar:

Memperbaiki Flash Disk yang tidak bisa di Format

Diposkan oleh DEMAGRIB

Nah, saya punya tips untuk flashdisk kamu supaya kembali normal, tapi dengan catatan flashdisk kamu masih bisa terdeteksi oleh komputer atau masih aktif.tips ini saya dapat ketika salah satu teman saya minta tolong untuk diperbaiki flashdisknya.saya sempat bingung mau diapakan flashdisknya, tapi dengan niat bahwa akan menguntungkan jika saya mendapatkan caranya, maka saya iseng2 ke warnet dan ga sengaja menemukan tips ini.sebelum tips ini saya tulis, saya mencoba untuk mengikuti petunjuk dari tutorial yang saya temukan tapi salah.setelah mencoba selama 10 jam, akhirnya pada pukul 2 malam saya menemukan tips ini.

gw kasih software nya aja deh … bentuknya (dot)RAR … didalamnnya sekalian ada tutorialnya.

KLIK HERE TO DOWNLOAD

Continue Reading

0 komentar:

Memperbaiki Flash Disk yang tiba-tiba Mati Total

Diposkan oleh DEMAGRIB

Kamis, 14 Januari 2010


Pernakah kamu mengalami kejadian seperti ini:

“Saat flash disk tertancap di komputer win XP, sedang dipakai namun tiba-tiba windows hank alias frozen. Setelah komputer di booting paksa dan di hidupkan lagi, ternyata flash disk yang tertancap tadi mati. Falsh disk tidak bisa bekerja lagi. Windows mendeteksi kapasitasnya 0 MB dan mengeluarkan pesan untuk memformatnya. Dicoba untuk di format gagal juga. Akhirnya gak terpakai lagi deh tuh Flash disk”

Kalau memang kasus seperti ini yang anda alami terhadap kerusakan flash disk anda. jangan khawatir kita masih bisa coba untuk menyelamatkan dan menghidupkanya lagi. Berikut ini langkah-langkah untuk memperbaikinya:

  1. Softawre yang kita perlukan untuk keperluan ini adalah HP Drive Boot Utility (buatan HP namun jangan khawatir ternyata bisa kita gunakan untuk merek yang lainya. Bahkan untuk memory kamera juga). Anda bisa download di sini.

  2. Setelah di download, jalankan dan pilih drive untuk falsh disk yang akan diperbaiki.

  3. Pilih tipe format disk yang mau di gunakan (FAT, FAT32 atau NTFS)
  4. Pilih Quick Format
  5. Kemudian pilih start untuk memulainya.
Sumber: http://maztikno.wordpress.com/author/maztikno/
Continue Reading

0 komentar: